Perubahan dari yang tidak baik menuju yang baik adalah perubahan yang perlu dilakukan. Setiap saat harus lebih baik.
Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini. Begitulah, perubahan itu penting dalam sendi-sendi kehidupan. Merubah kehidupan menjadi lebih baik itu termasuk memenuhi fitrah manusia. Sebab, manusia diciptakan untuk membesarkan agamanya. Lebih tepat kita sebut beribadah. Jika pemahaman ini lebih dipersempit, manusia hidup untuk bersyukur.
Semua yang kita lakukan atas dasar bersyukur. Walaupun dengan alasan berbeda, namun muaranya tetap pada rasa bersyukur. Hendak shalat misalnya, sahaja aku shalat agar aku bersyukur. Bagaimana kalau dirubah, aku bersyukur maka aku shalat. Cara berpikir seperti ini akan terasa berbeda, pelaku sama-sama shalat, tetapi bisa jadi hasilnya akan berbeda.
Bersyukur dulu baru bahagia. Orang yang bahagia senang melakukan apasaja, sementara orang yang tidak bahagia terbebani melakukan apasaja. Oleh sebab itu, bersyukur itu wajib bahagia. Kalau tidak bahagia, maka segeralah bahagia, sehingga kita tidak menderita.
Perubahan dimulai dari niat. Mengi’tikadkan dalam hatinya, aku harus berubah. Kemudian diperlukan aksi. Perbuatan nyata hingga tercapailah apa yang ingin dituju. Berubah dari yang tidak baik menjadi baik, dari yang kufur menjadi bersyukur. Tidak mudah tetapi bisa.
Benar sekali perubahan itu butuh pengorbanan, mesti ada yang dikorbankan. Apakah perasaan, materi, tenaga bahkan tak jarang menyita pikiran. Mesti ada tantangan untuk setiap langkah positif. Ada yang akan menghalang-halangi apapun itu.
Kita berbicara perubahan dari yang tidak baik menjadi baik dalam segala aspek. Kita sedang meniti jalan panjang agar dapat menjadi makhluk yang bernilai-nilai kemanusian. Semua itu harus dicapai. Bagaimanakah makhluk bernama manusia ini bisa mematuhi aturan-aturan sebagai manusia yang menjadikannya manusiawi di sisi Tuhannya.
Kesanalah arah perubahan itu datang dan bertujuan akhir. Sebab kita datang dan kembali ke sisi-Nya kelak, perubahan-perubahan ini sebagai bekal titipan amanah yang dititipkan untuk beberapa waktu kepad kita. Kelak kita kembalikan titipan ini menjadi rahmatan lil alamin. Perubahanlah yang membuat kita menjadi lebih baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar