Open My Head

Minggu, 07 Agustus 2011

Hidup Itu Abadi, Yang Mati Hanyalah Jasmani

Tayangan Live Show-nya Mario Teguh dalam suatu episode pernah mengungkapkan seperti ini; HIDUP ITU ABADI, KARENA YANG MATI ADALAH JASMANI SAJA, JIWA ATAU ROHANI KITA TETAP HIDUP SELAMANYA. MAKA BUNUH DIRI ITU DILARANG. SEBAB YANG MATI HANYALAH TUBUH SAJA, SEMENTARA ROHANI TERUS HIDUP DAN MERASAKAN BEBAN YANG DIBAWA SELAMANYA.
Begitulah kira-kira ungkapan 'super sekali'-nya Mario Teguh yang temanya "IKAN YANG TENGGELAM." Larangan bunuh diri memang umum sekali kita temui, namun kelugasan Mario Teguh menyatakannya membuat kita AWAS untuk melakukan tindakan-tindakan semberono yang membuahkan ketersia-siaan. Sungguh hidup setelah mati yang perlu kita takuti jika amal perbuatan kita belumlah cukup bekal kelak, daripada perpisahan dengan jasmani yang memang sementara itu. 
Bagaimana tidak, beban perasaan yang kita bawa ketika mengakhiri hidup, itulah yang akan terus dipikul sampai kapanpun. Selintas terbayang pula karilatur yang mengilustrasikan seseorang mendaki tebing curam sambil menggendong batu-batu padas yang besar menaiki terjalnya tebing itu. Wajahnya bercucuran peluh, memerah mengeluarkan urat-urat yang mengerikan. Saking tak kuatnya menahan beban yang begitu berat sebagai ilustrasi bebannya ketika masa hidupnya. 
Patut pula kita pertanyakan perilaku sebagian orang yang memilih memperkaya diri dengan jalan-jalan tak lazim seperti, korupsi, berjudi, persugihan, pelaris dan usaha curang memperkaya diri lainnya. Bila kekayaan yang berlimpah dicari hanya untuk di dunia ini, maka apakah ia tidak memikirkan hidup tubuh ini sementara? Apakah tidak memikirkan beban hidup yang akan dibalas Allah dikehidupan akhirat?
Bila sudah kaya apa yang mau diraih? Orang yang tidak percaya Tuhan, ia akan menemui kehampaan dalam hidupnya. Seperti Milyuner Barat dan sebagainya. Kendati sebagian orang menyumbangkannya kepada lembaga-lembaga yang membutuhkan. 
Hidup ini sementara, benar, namun Jasmani yang hidup sementara. Jiwa kita akan terus hidup selama yang Allah kehendaki. Oleh sebab itu, hidup bermanfaat bagi orang lain adalah pilihan tepat pribadi yang ingin melepaskan beban dunia dan hidup abadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar