Open My Head

Senin, 21 Maret 2011

Kreatifnya Mencari-cari Kesalahan Orang Lain




Kreatifnya Mencari-cari Kesalahan Orang Lain

Suatu hari abu nawas sibuk mencari-cari sesuatu di halaman rumahnya yang terbentang luas. mondar-mandir, kesana kemari, bolak-balik ia berjalan sambil memeriksa apa yang ada dihadapannya. kerut di dahinya menandakan kebingungannya. rumah yang brada di pinggir jalan tempat orang berlalu lalang itu terlihat seperti biasanya dilalui ramai orang hendak menunaikan berbagai urusan.
Tiba-tiba datang seorang sahabat Abu Nawas yang sejak tadi rupanya memperhatikan tingkah Abu Nawas yang terlihat aneh itu. ia berjalan mendekati Abu Nawas dan bertanya.
"aku lihat dari tadi dari sudut sana kau seperti sedang kebingungan. apa yang sedang kau lakukan ya Abu Nawas?" tanya sahabatnya.
"ya sahabatku aku sedang mencari sesuatu yang hilang," jawab Abu Nawas.
"apa gerangan yang kau cari wahai sahabat" tanya sahabatnya lagi.
"aku kehilangan kunci, maukah kau membantuku mencarinya?" pinta Abu Nawas.
"baik marilah kita mencarinya," dengan senang hati ia membantu Abu Nawas.
kemudian kedua sahabat itu pun mencari kunci yang dimaksud oleh Abu Nawas. tidak beda tingkah sahabatnya itu mereka berdua kelihatan sama konyolnya. waktupun berjalan, setelah 3 jam mencari, sang sahabat bertanya.
"hai Abu Nawas sudah tiga jam kita mencari kunci yang kau maksud. sebenarnya dimana kunci itu hilangnya?" tanya sahabatnya.
"wahai sahabatku, kunci tersebut hilang di dalam rumah," jawab Abu Nawas polos.
"mengapa tak kau cari di dalam Abu Nawas," tegas sahabatnya.
"Aku tidak mau mencari di dalam, sebab di sana gelap," jawab Abu Nawas lagi.
kemudian dengan wajah memerah sahabatnya pun bergegas meninggalkan Abu Nawas.

Saudara-saudara seperjuangan ada nilai berharga yang dapat kita petik dalam kisah di atas. Betapa susah mencari-cari kesalahan orang lain, capek dan membuat kita kehilangan banyak waktu. Namun, oleh sebab kesombongan kita tidak peduli waktu terbuang untuk membicarakan orang lain, mengendap-endap mencari tahu apa yang orang lain kerjakan. Sungguh perbuatan yang sia-sia dan bisa jadi merugikan orang lain. Sebab perbuatan kita orang menerima akibatnya. Mari kita hindari perbuatan nista ini, sebab diterangkan dalam Alquran surat Al Hujuraat : 12 perbuatan demikian sama halnya memakan bangkai saudara yang telah mati.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar