Open My Head

Senin, 21 Maret 2011

What’s Wrong With Monday?



Hari minggu telah berlalu, setelah melompati malam kita akan bertemu senin siang. Baru saja beberapa menit yang lalu saya membaca artikel menarik seputar manusia. banyak sekali point-point fakta menarik tentang manusia. salah satu point yang saya ingin kemukakan adalah nomor yang kesekian, mengatakan bahwa manusia kebanyakan mengalami resiko sakit jantung pada hatri senin.
Pertanyaannya, ada apa di hari senin? Mungkin anda pernah mendengar ungkapan “I Hate Monday” banyak orang yang sependapat. Ketika menjumpai hari senin lagi, orang mulai kembali menjalaani rutinitas yang padat. Tugas kemarin bertumpuk hari ini harus dihadapi lagi. Seakan bebannya lebih berat dari pada pekerjaannya. Meeting lagi, tugas lagi, diomeli atasan lagi, itu lagi itu lagi.
Keadaan ini yang menjadikan rutinitas menjadi kebosanan. Mari coba kita urut satu per satu. Apa masalahnya? Bosan. Kenapa bosan? Iy itulah bosan. Apa yang bosan? Ya bosan saja menjalankannya.
Sudah berapa ribu hari kita melalui hari senin. Sampai saat ini orang tidak banyak mengetahui apa yang salah pada hari senin? Ia adalah salah satu nama hari yang melengkapi satu minggu. Lantas mengapa kita membenci hari senin? Sebab hari senin adalah awal hari yang melelahkan. Itulah awal kita memulai aktifitas yang membosankan. Menghadapi masalah pelanggan, menjumpai bos berengsek (jika dihilangkan bereng-nya, tinggal sek-nya.. hehe), melintasi jalanan macet, berdebu, terik matahari membakar pori-pori, tugas minggu kemarin belum selesai.
Akhirnya kita berteriak “Kenapa waktu berputar begitu cepat…!!!”
Sebenarnya bukan hari senin yang salah. Tetapi ada yang salah dengan diri kita, dengan sikap kita, kita selalu menunda pekerjaan. Kita tidak siap menghadapi diri sendiri. Coba kita mendisiplinkan diri dengan sesegera mungkin menyelesaikan pekerjaan hari ini dan mempersiapkan tantangan hari esok. Tidak semudah itu. Pasti tidak mudah jika kita tidak mencintai diri sendiri. Tidak mudah jika kita tidak menghargai hasil karya yang kita kerjakan.
Permulaan sekali kita harus membangun cinta. Mencintai diri sendiri untuk menyayangi diri. Jika kita menyayangi diri berarti kita tidak akan membiarkan diri kita menderita. Mengapa menderita? Tidak membangun kebahagiaan terhdap apa yang kita kerjakan adalah membiarkan diri kita menderita. Sebab apa yang kita kerjakan adalah bagian dari kehidupan.
Jika kita bahagia mengerjakan kewajiban yang memang seharusnya kita kerjakan, akan membangun energy positif yang akan mendorong kita terus berbuat yang terbaik. Perbuatan yang baik akan menghasilkan lingkaran perubahan secara vertical. Itulah yang mendongkrak kita untuk tetap melakukan sesuatu dengan semangat.
Dengan kata lain, kebahagiaan sangat berpengaruh terhadap peningkatan semangat. Kalau saya bilang 100 % membangun semangat. Tidak saya paparkan panjang lebar, anda pasti tahu kemana arahnya kalau kita mampu menjaga semangat tetap tinggi. Jadi persoalannya adalah 50 % semangat kita telah hilang ketika timbul ungkapan I Hate Monday. Coba anda bandingkan, mulai hari esok dengan ungkapan I hate Monday. Kemudian minggu depan coba tepis ungkapan itu dan katakana pada diri anda, I Love Monday. Akan sangat berbeda jika aliran energy positif mengaliri hati dan pikiran kita.
Kita akan lebih menghargai hari ini, esok akan lebih baik, lusa akan lebih baik lagi. Untuk apa kita diciptakan hari ini? Untuk apa kita dihidupkan pada hari esok? Timbulkan pikiran ini, mudah-mudahan kita lebih menghargai kehidupan kita dan mampu memetik pelajaran atas kegagalan kemarin.
Cintai diri sendiri, cintai orang lain, cintai orang yang tidak mencintai anda, cintai orang yang membenci anda, tebarkan cinta dalam artian berkarya untuk bermanfaat. Cintai pekerjaan anda, cintai hari senin, dan cintailah keberadaan anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar