Secara sederhana, berpikir positif adalah menemukan formula – formula kebahagiaan dalam setiap masalah yang ada. Seorang ahli bernama Dr. Masaru Emoto menemukan foto – foto kristal air yang merespon terhadap kata – kata yang diucapkan manusia baik itu berupa ucapan positif maupun negatif. Respon tersebut membentuk kristal air yang luar biasa mengagumkan berbentuk segi enam apabila diucapkan kata – kata positif seperti “cinta atau terima kasih”. Namun, apabila diucapkan kata – kata negatif atau kebencian, maka air akan membentuk wujud yang jelek sekali.
Lebih lanjut dikatakan dalam bukunya yang berjudul “The True Power of Water”, terdapat 70% air di dalam tubuh manusia. Jika kita memiliki pikiran yang negatif dalam diri, maka respon yang akan terbentuk adalah negatif. Keadaan tersebut malah menimbulkan penyakit dan akibat lain dalam tubuh kita. Dari hasil Penelitian ini maka kesimpulannya bahwa ucapan, pikiran dan perbuatan yang tidak baik ternyata mampu mengalirkan energi negatif yang merubah segala sesuatunya menjadi tidak baik.
Dalam dunia kesehatan, pengaruh pikiran terhadap tubuh disebut psikoneuroimunologi. Dimana rangsangan pikiran negatif menimbulkan respon yang tidak baik bagi tubuh. Contoh, jika melihat sesuatu yang menakutkan, jantung kita akan berdetak kencang, bukan karena berlari. Tetapi adanya respon terhadap rangsangan yang dikirim oleh pikiran yang mempengaruhi seluruh tubuh.
Contoh lain, ketika melihat sesuatu yang menjijikkan kita merasa mual dan pusing, hal ini bukan berarti sedang sakit dan sebagainya. Tetapi, ada rangsangan pikiran yang membuat tubuh ingin merespon sesuai rangsangan pikiran.
Kita lihat, bagaimana dengan stress ? bagaimana bisa terjadi? Seperti yang kita ketahui stress adalah reaksi tubuh terhadap situasi yang tampak berbahaya atau sulit. Gejalanya yaitu, mudah tersinggung dan marah, agresif dan defensif, cepat lelah,
sulit konsentrasi atau menjadi pelupa, jantung berdebar-debar, Otot-otot tegang, sakit kepala, perut dan diare, serta masih banyak lagi.
sulit konsentrasi atau menjadi pelupa, jantung berdebar-debar, Otot-otot tegang, sakit kepala, perut dan diare, serta masih banyak lagi.
Umum sekali, stress bermula dari pikiran. Ketika pikiran tidak mampu mengendalikan situasi, disaat itulah kesulitan – kesulitan terlihat begitu mengancam dan mencekik. Akhirnya yang kita butuhkan udara segar dan relaksasi.
Semua ada dalam pikiran kita. Bagaimana mengatasi permasalahan ini? Mari kita mengacu pada nasehat dan petunjuk Tuhan. “Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa (seseorang) kecuali dengan izin Allah; Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk ke (dalam) hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Qs At Taghaabun: 11).
Berdasarkan tafsir Ibnu Katsir: “Makna ayat ini: seseorang yang ditimpa musibah dan dia meyakini bahwa musibah tersebut merupakan ketentuan dan takdir Allah, sehingga dia bersabar dan mengharapkan (balasan pahala dari Allah Ta’ala), disertai (perasaan) tunduk berserah diri kepada ketentuan Allah tersebut, maka Allah akan memberikan petunjuk ke (dalam) hatinya dan menggantikan musibah dunia yang menimpanya dengan petunjuk dan keyakinan yang benar dalam hatinya, bahkan bisa jadi Dia akan menggantikan apa yang hilang darinya dengan yang lebih baik baginya.” (Tafsir Ibnu Katsir, 8/137).
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan : “Dan Allah menjadikan qurratul ‘ain bagiku pada (waktu aku melaksanakan) shalat.” (HR. Ahmad 3/128, An Nasa’i 7/61 dan imam-imam lainnya, dari Anas bin Malik, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jaami’ish Shagiir, hal. 544). Dikatakan makna qurratul ‘ain adalah sesuatu yang menyejukkan dan menyenangkan hati. (Lihat Fatul Qadiir, Asy Syaukaani, 4/129).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar